Kumbokarno Sedo

Wayang merupakan kesenian khas yang dimiliki oleh Indonesia. Tetapi banyak orang yang tidak tahu apa itu wayang, apalagi isi dari cerita didalamnya. Cerita didalam lakon pewayangan sangatlah menarik. mendalam dan penuh akan makna yang tersirat.
Kenapa Kun mengambil cerita atau lakon dari pewayangan ini. Padahal tokoh atau lakon ini adalah seorang “BUTO“  (raksasa) yang berparas jelek. tapi dibalik itu semua ada sifat, tindakan yang memang seharusnya kita tiru.

kumbakarna

Kumbakarna / Kombokarno adalah musuh dari lakon cerita wewayangan seperti halnya anoman dan rama. Kumbokarno dikenal sebagai raksasa yang berbadan sangat besar dan berparas jelek. Kumbokarno memiliki kelemahan yaitu tidur yang lama sekali, yaitu 6 bulan lamanya. Dan pada waktu dia tertidur dia tidak bisa menggunakan kekuatannya.  Dia memiliki sodara kandung yang bernama Rahwana / Rahwono. Keduanya tidak memiliki hubungan yang dikatakan harmonis. Kumbokarno selalu tidak setuju apa yang Rahwono kerjakan. Kumbokarno selalu dan selalu menasehati kakaknya Rahwono.
Kumbokarno sering memberikan nasihat kepada Rahwono, menyadarkan bahwa tindakanya keliru. Ketika Rahwono kewalahan menghadapi Sri Rama, maka ia menyuruh Kumbokarno menghadapinya. Kumbokarno sebenarnya tahu bahwa kakaknya salah, tetapi demi membela Alengka tanah tumpah darahnya dia pun maju sebagai prajurit melawan serbuan Rama. Kumbokarno sering dilambangkan sebagai perwira pembela tanah tumpah darahnya, karena ia membela Alengka untuk segala kaumnya, bukan untuk Rahwono saja, dan ia berperang melawan Rama tanpa rasa permusuhan, hanya semata-mata menjalankan kewajiban.

Saat Kerajaan Alengka diserbu oleh Rama dan sekutunya, Rahwono memerintahkan pasukannya untuk membangunkan Kumbokarno yang sedang tertidur. Utusan Rahwono membangunkan Kumbokarno dengan menggiring gajah agar menginjak-injak badannya serta menusuk badannya dengan tombak, kemudian saat mata Kumbokarno mulai terbuka, utusannya segera mendekatkan makanan ke hidung Kumbokarno. Setelah menyantap makanan yang dihidangkan, Kumbokarno benar-benar terbangun dari tidurnya.

Setelah bangun, Kumbokarno menghadap Rahwono. Ia mencoba menasihati Rahwono agar mengembalikan Sinta dan menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan kakaknya itu adalah salah. Rahwono sedih mendengar nasihat tersebut sehingga membuat Kumbokarno tersentuh. Tanpa sikap bermusuhan dengan Rama, Kumbokarno maju ke medan perang untuk menunaikan kewajiban sebagai pembela negara. Sebelum bertarung Kumbokarno berbincang-bincang dengan Wibisana, adiknya, setelah itu ia berperang dengan pasukan ciung wanara.

Dalam peperangan, Kumbokarno banyak membunuh pasukan ciung wanara dan banyak melukai prajurit pilihan seperti Anggada, Sugriwa, Hanoman, Nila, dan lain-lain. Dengan panah saktinya, Rama memutuskan kedua tangan Kumbokarno. Namun dengan kakinya, Kumbokarno masih bisa menginjak-injak pasukan wanara. Kemudian Rama memotong kedua kaki Kumbokarno dengan panahnya. Tanpa tangan dan kaki, Kumbokarno mengguling-gulingkan badannya dan melindas pasukan wanara. Melihat keperkasaan Kumbokarno, Rama merasa terkesan dan kagum. Namun ia tidak ingin Kumbokarno tersiksa terlalu lama. Akhirnya Rama melepaskan panahnya yang terakhir. Panah tersebut memisahkan kepala Kumbokarno dari badannya dan membawanya terbang, lalu jatuh di pusat kota Alengka.

Apa yang dapat kita petik dari kisah kepahlawanan Kumbokarno untuk membela tanah airnya walaupun itu dipicu oleh kesalahan dari sodaranya Rahwono.

Apapun yang dilakukan oleh rekanan dan mitra kita diperusahaan ini walaupun itu kurang tepat bagi kita dan menimbulkan kesan negatif di masyarakat. Itulah peran kita untuk menjadi jelmaan Kumbokarno, membela perusahaan mati-matian untuk mengembalikan citra yang melekat di perusahaan.

Sedikit cerita kepahlawanan Kumbokarno ini bisa membuat motifasi pembaca untuk semakin meningkatkan kecintaan terhadap perusahaan. Amien..

———————————————————————————————-

update :

ada beberapa yang menarik untuk mendukung dari artikel kun sebelum nya. artikel kun dibuat bukan hanya sekedar memilih tokoh. tetapi tokoh ini memang memiliki jiwa nasionalisme yang sangat tinggi.

sumber : rustiyono1205

Kumbokarno adalah raksasa yang berhati bijaksana, meskipun memiliki kakak yang dikenal angkara murka, Rahwana atau Prabu Dasamuka. Kumbokarno sangat benci dengan tingkah laku kakaknya, Raja Alengka, Prabu Dasamuka. Hanya karena ingin memiliki Dewi Sinta, Dasamuka mempertaruhkan negara. Dasamuka menantang Prabu Rama, raja Ayodya, suami dari Dewi Sinta. Terjadilah perang besar antara Alengka dengan Ayodya yang dipimpin langsung oleh Prabu Rama. Korban ribuan jiwa dan Kerajaan Alengka pun hancur total.

kumbokarno hitamKumbokarno-versi-YogyaxKumbokarno sebenarnya tidak mau ikut campur dalam peperangan itu. Bahkan, dia rela Dasamuka, kakaknya itu, mati karena keangkaramurkaannya dalam memimpin negara. Namun, karena negara Alengka hancur total dirusak oleh musuh, muncullah rasa nasionalisme Kumbokarno. Ia tak rela tumpah darahnya diinjak-injak oleh musuh. Akhirnya, Kumbokarno ikut maju perang, gugur demi bela negara.

Adik  Kumbokarno, Wibisana memilih jalur yang berbeda mengenai hal ini. Wibisana memilih bergabung dengan pasukan Rama dengan niat tidak menghianati/menghancurkan negaranya namun untuk menjunjung kebenaran, sementara Kumbokarno yang dalam hatinya tidak ingin berperang, memilih berperang melawan Rama dengan niat mempertahankan negaranya berdasar sebuah prinsip yang sangat terkenal ”Right or Wrong is my Country”.

Raden Kumbokarno-Jat-734981Awalnya ketika kemudian Rahwana harus berperang melawan Rama, maka Kumbokarno bersikap pasif, memilih tidur panjang ketimbang harus berperang membela kakaknya yang durhaka. Tentu saja, sang kakak marah, dia menagih jasa-jasa yang pernah diberikan kepadanya. Kumbokarno lantas memuntahkan semua isi perutnya, sebagai lambang dia tak sudi menerima pemberian makanan. Tetapi ketika Rahwana menagih air susu ibunya (Sukesi), Kumbokarno tak berkutik. Terpaksa, raksasa bijak itu harus bersiap maju perang berhadapan dengan pasukan Rama.

Mengenakan busana putih-putih, Kumbokarno maju ke medan laga. Motivasinya, dia bersedia maju perang bukan karena membela kakaknya yang memang bersalah, namun sebagai bukti kesetiaannya pada negara. Kumbokarno akhirnya gugur, dewa-dewa menangis, bunga-bunga berguguran dari langit, tangisan pilu membahana di padang laga.. Diceritakan lebih lanjut, gugurnya Kumbokarno dirasakan duka yang sangat mendalam baik oleh seluruh Rakyat Alengka maupun pasukan Sri Rama. Para Resi (pertapa) mendoakan arwah atas kepergian sang pejuang sejati menuju wewangian bunga di Nirwana yang telah terjaga oleh ratusan bidadari.

Makna Sikap Hidup Kumbokarno dalam konsep ‘Bela Negara’

1. Perang(Konflik)

Dihadapan telah terjadi perang dan perang tersebut menimpa negeri Alengka. Tanpa sebab yang harus dijelaskan lebih lanjut, perang menyeret diri Kumbokarno untuk secepatnya mengambil sikap bagi negerinya Alengka. Dalam kesadaran yang dibangun kemudian, bahwa perang ada didepan kita dan tidak dapat lagi terelakkan. Diperlukan langkah-langkah agar perang ini dapat segera diselesaikan. Pilihan sebagai eksisten menempatkan Kumbokarno harus bertindak berdasarkan kebebasan yang ia miliki.

2. Suara hati

Suara hati Kumbokarno menilai bahwa Rama adalah symbol kebenaran yang tidak dapat dikalahkan. Kebenaran adalah junjungan Kumbokarno selama ini dan kebenaranlah yang selama ini ditakutkan oleh Kumbokarno. Hal ini yang membuat cemas Kumbokarno, karena suara hati Kumbokarno menilai bahwa Rama adalah titisan Wisnu pembawa kebenaran di muka bumi, Rama datang untuk memusnahkan keangkaramurkaan yang diwakilkan oleh Rahwana. Suara hati Kumbokarno menilai bahwa Rama tidak bersalah dan tidak perlu diperangi.

3. Jiwa patriotik

Tanah adalah harta pusaka yang melambangkan harga diri, terlebih jika tanah itu adalah tanah warisan para leluhur yang selalu dipuja-puja. Harta yang harus dipertahankan dari kekuasaan pihak lain, karena tanah tersebut tempat kita dilahirkan, tempat kita mencari penghidupan dan kehidupan; tanah tumpah darah. Sikap Kumbokarno ini merupakan sebuah keputusan yang tepat, ketika seseorang harus memilih untuk ikut serta dalam perang membela negerinya, dan membayangkan bahwa pilihan tersebut mengharapkan manusia lainnya juga mengambil pilihan yang sama. Kecerahan akan keyakinan sikap akan maju kemedan perang ini sejalan dengan suatu keyakinan, manusia dapat menghayati suatu persoalan dan menghayati siapa dirinya. Keyakinan adalah hal penting berdasarkan refleksitas manusia dalam memandang persoalan dan manusia rela mati dalam keyakinannya tersebut dikarenakan keyakinan dihayati sebagai kehadiran dari yang transeden.

4. Peran cinta

Bagi seorang Kumbokarno, mati sebagai kusuma negara adalah harga tertinggi suatu perjuangan dan menyimbolkan darma yang tulus. Keyakinanlah yang membimbing Kumbokarno bergerak maju menjemput perang dan sekaligus meninggalkan Rahwana.

Dalam perjalanan menuju medan perang tersebut, ditengah jalan bertemulah Kumbokarno dengan Sukesi, ibunda tercinta. Tetesan air mata yang keluar membasahi bumi tempatnya berpijak dan seakan air mata tersebut sengaja dikuras habis hanya untuk pertemuan ibu-anak ini.

5. Makna absurditas

Puncak dari absurditas hidup adalah kematian yang tak terpahami akan maknanya. Jawaban-jawaban untuk pertanyaan seputar absurditas ini sulit untuk dirasionalkan, dan tidaklah lagi ada jawaban karena pertanyaan tentang makna kematian hanya menjadi misteri setiap manusia secara individu. Namun terdapat banyak cara agar kematian tersebut bermakna terutama bagi diri manusia itu sendiri. Cinta kasih yang terbatas seharusnya menjadi awal refleksitas diri dalam memandang dunia dan hidup yang absurd ini. Cinta kasih yang terbatas menyadarkan bahwa terdapat cinta kasih yang mutlak dan murni memperhatikan segala tingkah laku manusia.

Makna Filosofis Kumbokarno untuk Kita

Sikap yang melekat pada sosok Kumbokarno di atas memperlihatkan kepada kita semua bahwa seseorang tidak selalu mulus dalam menjalani kehidupannya dalam suatu institusi kecil sekalipun. Terdapat berbagai persoalan-persoalan yang mewajibkan seseorang untuk bersikap bijak dan tegas dalam memutuskan suatu persoalan, apalagi yang menyangkut kepentingan yang lebih luas. Jelas terlihat pada cerita di atas bahwa perang terjadi menimbulkan banyak kerugian dikedua belah pihak dan jalan terang seakan suatu yang utopis didalam suatu realitas perang. Seorang Kumbokarno sebagai seorang warga yang memiliki jiwa patriotispun tanpa segan-segan membela dan mempertahankan tegaknya tanah air Alengka. Berbagai cara dan usaha telah ia lakukan dalam menangkal terjadinya perang tersebut, namun usaha itu seakan sia-sia kalau saja seseorang tersebut tidak cepat-cepat menyadarinya. Sadar bahwa dibalik kekacauan yang sedang berlangsung tersebut terselip suatu manfaat yang akan membawa kepada perubahan yang besar bagi bangsa dan negara tercinta dikemudian hari.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s